Pressure is good for you.

Apa yang Anda rasakan, jika ternyata di tiga bulan pertama Anda bekerja, atasan Anda mengatakan "rasanya pekerjaan ini tidak cocok untuk Anda". Apakah Anda kecewa? Marah? Menyetujui pendapat atasan Anda dan memilih pekerjaan lain?

Setidaknya, itulah yang pernah dialami dan diingat oleh Teuku Zainal Fitri (Business Executive, MAS 2) saat ia baru memulai karir di Datascrip. Karena raihan penjualan yang rendah, atasannya mengeluh dan mengatakan hal yang mengejutkan dirinya kala itu.

Baca juga:Tiga Kunci Sukses Mengelola Atasan
Ketika ditanya apa yang dirasakan setelah mendengar pernyataan atasannya itu, ia menjawab "Saya awalnya kaget, tapi sesungguhnya perkataan atasan saya itulah yang menjadi titik balik dari diri saya untuk mengevaluasi diri dan membuktikan bahwa saya mampu."

Baca juga:Inspirasi dari Coach Indra Sjafri (Pelatih Sepak Bola Indonesia U-23)
25 tahun berlalu sejak hari itu, di LP-100 ke-32 Teuku Zainal Fitri meraih medali Satya Karya ke 17-nya. Raihan medali itu membawa dirinya menjadi BEX dengan peraih medali terbanyak dalam sejarah LP-100. Teuku Zainal Fitri ternyata benar-benar berhasil membuktikan komitmennya.

Tim Redaksi SMILE menemui Teuku Zainal Fitri atau yang biasa dipanggil Pak Zainal ini pada Jumat (10/5) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Pak Zainal menceritakan mengenai passion-nya terhadap dunia sales, pengalaman dan cara efektif untuk meraih target penjualan. Berikut hasilnya:

Baca juga:Mita Is Yunita : Passion dan Kerja Keras adalah Kunci Kesuksesan Seorang Sales!

Apa yang menarik dari pekerjaan seorang BEX?

Buat saya tantangan, sekaligus kepuasan bagi seorang BEX adalah ketika ia berhasil mengubah persepsi calon pelanggannya. Mengubah persepsi dan meyakinkan pelanggan bahwa produk yang kita jual ini adalah barang yang ia butuhkan bukanlah tantangan mudah. Namun ketika berhasil, disitulah BEX bisa benar-benar merasakan kepuasannya.

Bagaimana cara meyakinkan calon pelanggan untuk membeli produk kita?

Pertama, pahami dulu produk yang kita jual. Setelah kita sudah benar-benar menguasai produk kita, barulah kita bisa berikan pemahaman nilai tambah apa yang bisa didapatkan oleh pelanggan bila menggunakan produk kita.

Jelaskan kalkulasinya, penghematan dan keuntungan apa yang bisa diberikan dari produk kita ke mereka atau bisnisnya.

Persaingan dengan kompetitor sering menjadi alasan kegagalan BEX, bagaimana menurut Anda?

Apa pun produk yang kita jual, kompetitor pasti selalu ada. Barang-barang kecil seperti kopi, rokok pun ada kompetitornya. Jadi menurut saya, kompetitor bukan hambatan terbesar, melainkan justru diri kita sendiri. Kadang kita malas berusaha, jenuh atau tidak bisa memotivasi diri sendiri saat gagal.

Tanya diri kita sendiri, apakah kita memang sudah benar-benar berusaha menjalankan tanggung jawab kita? Apakah kita mau belajar dari kekalahan atau kegagalan kita?

Bagaimana cara Anda bangkit dari kegagalan?

Rezeki itu tidak pernah tertukar. Saya percaya setiap orang pasti sudah disiapkan rezekinya oleh Allah SWT. Tinggal kita mau tidak berusaha mencari tahu dimana letak rezeki kita itu. Emas tidak pernah datang sendiri dari langit, kita yang harus berusaha menggapainya.

Oleh karena itu, ketika gagal saya memilih untuk menerimanya. Saya menganggap itu bagian dari usaha mencari tahu dimana letak rezeki saya. Saya pelajari kekalahannya, lalu kembali optimis dan terus berusaha mencari rezeki yang sudah disiapkan untuk saya.

Apa salah satu momen kegagalan Anda yang masih Anda ingat?

Pernah salah satu periode LP-100 waktu hadiah utamanya mobil, di detik-detik terakhir, nama saya disalip oleh rekan kerja saya. Yah, meskipun kecewa karena gagal mendapatkan mobil, tapi saya tetap mendapatkan hadiah posisi kedua yang lumayan juga, hehehe.

Anda sudah berulang kali mendapatkan medali LP-100, apa strategi Anda?

Pertama, perhatikan target yang telah diberikan. Pikirkan jalan atau alternatif apa yang bisa dilakukan untuk meraih target itu.

Kedua, usahakan lebih dahulu dapatkan pelanggan dari perusahaan besar. Minimal empat perusahaan besar sudah dipegang, Anda sudah aman. Tinggal mencari sisanya dari perusahaan yang lebih kecil. Menurut saya, BEX saat ini harusnya jauh lebih mudah untuk mencari customer, mengapa? Datascrip sudah punya reputasinya sendiri, baik di perusahaan besar maupun kecil, jadi menurut saya tidak ada alasan jika seorang BEX tidak punya pelanggan.

Cukup merawat hubungan dengan pelanggan atau pelanggan yang dimiliki oleh para BEX lainnya yang sebelum kita, seharusnya tidak terlalu sulit bagi kita untuk menjual produk.

Ada pesan bagi para mereka yang baru memulai karir sebagai BEX?

Berpikirlah untuk selalu menjadi yang pertama. Misalnya saya, saya adalah orang yang pertama kali meraih LP-100 hingga sebanyak tujuh belas kali. Tanamkan selalu motivasi tersebut kepada diri Anda.