Oleh: Yousaf Ijaz Zubary (Warehousing Specialist di Signature)

Di awal karier, saya bekerja untuk atasan yang mengutamakan untung di atas orang. Dia selalu berusaha memeras keringat sekeras-kerasnya dari setiap karyawannya. Meskipun diakui memang, seringkali tim kami mampu meraih keberhasilan.

Tidak ada kepemimpinan yang nyata (visi dan inspirasi). Yang ada hanya manajemen (komando dan kontrol). Sebuah budaya yang pada dasarnya hanya melakukan apa yang diperintahkan. Saran dan rekomendasi oleh karyawan sering diabaikan.

Karyawan menjadi tidak bekerja dan hanya fokus pada gaji mereka dan menantikan akhir pekan. Sebagian besar individu tidak melakukan apa pun di luar job desc mereka. Beban kerja berlebihan dan tiap jam pulang kantor tiba, setiap karyawan akan langsung meninggalkan kantor, seolah-olah ada latihan kebakaran.

Semangat tim dan moral karyawan sangat rendah. Saya merasa tertekan. Jadi, saya tidak tinggal lama di sana. Pergantian karyawan memang sangat tinggi.

Baca juga:10 Tips menjadi Karyawan "Baik"


Dan akhirnya, hari ini perusahaan tersebut tidak lagi beroperasi.

Tidak peduli seberapa hebat produk atau pelayanan perusahaan, jika manajemen tidak berfungsi, perusahaan itu akan memiliki masalah serius. Sudah saatnya perusahaan menyadari bahwa semua uang atau tunjangan di dunia, tidak akan mempertahankan staf yang baik jika mereka memiliki atasan yang buruk yang membuat waktu mereka di tempat kerja sengsara.

Atasan yang buruk dapat mengambil staf yang baik dan menghancurkannya, serta menyebabkan karyawan terbaik melarikan diri dan sisanya kehilangan motivasi.

Seorang atasan menentukan semuanya. Satu studi menemukan bahwa atasan yang buruk dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik karyawan. Ya, atasan yang buruk bisa membuat karyawan sakit. Karyawan manajer yang buruk berada pada risiko yang lebih besar untuk tekanan darah tinggi, stres kronis, masalah tidur, kecemasan, masalah penyalahgunaan zat, makan berlebihan, serangan jantung dan masalah kesehatan lainnya.


Baca juga:Tiga Kunci Sukses Mengelola Atasan


Ada beberapa kriteria yang dimiliki oleh seorang atasan dengan kualitas besar diantaranya:

Kemampuan komunikasi yang baik

Tetapkan harapan kinerja yang jelas

Menginspirasi dan memotivasi

Menunjukkan empati

Mengambil tanggung jawab

Selera humor

Memberikan Umpan Balik

Adil dan jujur

Menunjukkan apresiasi

Memang terlalu muluk-muluk jika kita mengharapkan setiap atasan dapat memiliki kriteria perilaku ideal seperti yang disampaikan di atas.

Selalu ada kelebihan dan kekurangan di setiap orang. Namun, kemauan untuk mengevaluasi diri, berubah ke arah lebih baik dan kegembiraan untuk terus belajar yang dimiliki oleh karyawan adalah modal bagi perusahaan untuk dapat terus berkembang, bukan?

Untuk kelanjutan kesuksesan Anda, terima kasih sudah membaca.

Sumber: https://www.linkedin.com/pulse/75-employees-quit-jobs-because-bosses-yousaf-ijaz-zubary/